Sunday, 13 March 2016

Untukmu, Sayonara

Gambar via crazy_frankenstein.com

Oleh AR Rafyasta Islamy Marchiano

Di sinilah aku berdiri
Terdiam, menunggu, sembari menatap langit sunyi

Menanti, menanti, dan menanti
hingga terlarut dalam mimpi

Entah apa yang kunanti
Seorang putri?
Sekeping medali?
Ataukah setitik jati diri?

Pedih
Itulah yang kurasakan
saat engkau tak menjawab panggilanku,
saat engkau tak membalas perasaanku,
saat engkau membuangku jauh

Cobalah engkau tengok hatiku
Tengoklah jerih payahnya
Tengoklah betapa lelahnya ia
Tengoklah betapa pedihnya ia karenamu

Namun tak mengapa
bila engkau memang ingin sirna,
bila engkau memang ingin lenyap, 
bila engkau memang ingin menjadi fatamorgana

Ku akan selalu berdiri di sini
Terdiam, menunggu, sembari menatap langit sunyi

Ku akan selalu menanti
Menanti dirimu tuk kembali

Karena ini
bukanlah sebuah sayonara untukku, wahai semua rumus matematikaku