Gambar via crazy_frankenstein.com
Oleh AR Rafyasta Islamy Marchiano
Di sinilah aku berdiri
Terdiam, menunggu, sembari menatap langit sunyi
Menanti, menanti, dan menanti
hingga terlarut dalam mimpi
Entah apa yang kunanti
Seorang putri?
Sekeping medali?
Ataukah setitik jati diri?
Pedih
Itulah yang kurasakan
saat engkau tak menjawab panggilanku,
saat engkau tak membalas perasaanku,
saat engkau membuangku jauh
Cobalah engkau tengok hatiku
Tengoklah jerih payahnya
Tengoklah betapa lelahnya ia
Tengoklah betapa pedihnya ia karenamu
Namun tak mengapa
bila engkau memang ingin sirna,
bila engkau memang ingin lenyap,
bila engkau memang ingin menjadi fatamorgana
Ku akan selalu berdiri di sini
Terdiam, menunggu, sembari menatap langit sunyi
Ku akan selalu menanti
Menanti dirimu tuk kembali
Karena ini
bukanlah sebuah sayonara untukku, wahai semua rumus matematikaku
